Senin, 23 Februari 2015

Mengenal Kuliner Bogor

Kue Cubit
Jajanan yang sudah ada dari sekitar tahun 90-an ini masih mampu bertahan. Dengan hadirnya variasi rasa dari kue cubit inilah yang mampu mengangkat kembali ketenaran kue cubit ini. Salah satunya adalah dengan hadirnya rasa green tea yang kini laris manis diminati banyak orang. Ditambah lagi denngan hadirnya berbagai topping yang melengkapi kelezatan dari kue ini dan biasanya orang lebih suka menikmatinya setengah matang.
Kue Ape
Kue hijau tapi bukan green tea berbentuk seperti wajan kecil yang ditengahnya merupakan gumpalan dari adonan ini juga termasuk jajanan yang cukup lama. Jajanan ini tidak sulit untuk ditemui, selalu ada disepanjang jalan daerah Istana Bogor. Rasa renyah pinggiran kue ape inilah yang menjadi daya tarik pembeli, rasanya yang sederhana tapi mampu membuat orang-orang terus merasa ingin memakanannya.
Resep-Kue-Ape-Pandan
Mie lidi
Mie kering seperti sapu lidi ini kembali menyeruak. Sama halnya dengan kue cubit, mie lidi yang dulu terkenal sebagai jajanan anak SD ini bahkan digemari higga para orang tua. Hadirnya variasi rasa yang bermacam-macam menjadi salah satu daya tariknya. Mie lidi ini banyak di pasarkan melalu media online.
mie-lidi
Es goyang
Jajanan es yang sangat sederahana, dengan dua varian warna putih dan merah jambu. Jajanan yang menerapkan hukum kimia ini, masih laris dibeli. Es goyang pun telah hadir dengan berbagai rasa, bahkan telah hadir pada daftar menu restoran. Biasanya penjual es goyang tradisional ini ditemukan di sekitar sekolah dasar.


Nah, banyak lagi pasti jajanan tempo dulu dan tradisional yang masih ada hingga kini. Masih banyak kita jumpai contohnya di pasar tradisional yang menjual kue-kue tradisional. Dengan hadirnya kembali jajanan tempo dulu ini, diharapkan agar bisa terus ada dan kedepannya bisa menjadi ciri khas kuliner dari Kota Bogor yang selalu senantiasa dijaga keberadaannya.

Mengenal Kuliner Bandung

1.      Kupat Tahu Gempol
Dari namanya, sudah dapat ditebak bahwa makanan yang satu ini dijual di Jalan Gempol. Yup, betul sekali! Kupat Tahu Gempol berlokasi di Pasar Gempol, Jln Gempol Kulon No. 53, Bandung. Lokasinya berada di antara Jalan Dago dan Jalan Banda. Kupat Tahu Gempol yang sudah berjualan sejak tahun 1975 ini juga membuka tiga cabang lainnya, yaitu di daerah Setiabudhi, Dago, dan Lapangan Gasibu. Bagi Klikers yang ingin menikmati kelezatan Kupat Tahu Gempol ini wajib bangun pagi karena mereka hanya berjualan dari pukul 05.30 – 10.00 pagi. Hmmm, nikmatnya kupat/lontong dengan tahu goreng dan tauge yang disiram dengan tauge! Ayo sarapan kupat tahu!
kupat tahu
Kupat Tahu Gempol
2.      Sop Kaki M. Syam, Banceuy
Siapa sangka di balik warung tenda sederhana di Jalan Banceuy itu dijual sop kaki yang tersohor karena kelezatannya? Sop Kaki Kambing H Syam ini menyediakan aneka pilihan menu seperti isian sop, daging, kaki, lidah, otak, jeroan, tulang rawan dari kambing. Kuah kaldunya itu mengandung berbagai rempah sehingga dapat menghangatkan tubuh penyantapnya. Harganya yang bersahabat dengan dompet juga membuat warung yang buka setiap hari pukul 17.30- 23.00 ini pun selalu laris pengunjung. Tapi bagi klikers yang tidak doyan atau menghindari daging kambing karena alasan kesehatan, sop kaki sapi dapat menjadi pilihan anda.
sop kaki
Sop Kaki M Syam
3.      Bubur Otong
Jika melewati jalan Jenderal Sudirman dekat daerah Pasar Andir, jangan lupa berhenti untuk mencicipi bubur ayam Pak Otong. Pak Otong adalah generasi kedua sejak ayahnya, Pak Handun, berjualan bubur ayam sejak tahun 1947. Rasa buburnya yang gurih dengan suwiran ayam besar-besar membuat Bubur Otong tak pernah sepi pengunjung walaupun harus diakui kadang sesekali akan timbul semilir bau pasar. Bubur ayam yang disajikan tanpa kerupuk ini dijual setiap hari mulai pukul 18.00 hingga 01.00 dini hari. Uniknya, bubur ayam Pak Otong ini disajikan tanpa kerupuk.
buryam
Bubur Otong
4.      Nasi Goreng Bistik Sapi AA
Berlokasi di Jalan Astana Anyar 264, Bandung, nasi bistik AA berjualan pukul 17.30 sampai tengah malam atau sampai habis. Tersedia berbagai macam menu seperti:Nasi Bistik, Nasi Cah Jamur, Nasi Puyunghai, Nasi Capcay, Nasi Kuluyuk, Nasi Goreng Bistik, Mie Goreng, Mie Kuah, Kwetiaw Goreng, dan Bihun Goreng. Namun menu andalannya tentu saja nasi goreng bistik, yaitu nasi goreng yang diberi daging ayam goreng tepung yang renyah, dipadukan dengan kentang goreng, wortel dan buncis.
bistik aa
Nasi Goreng Bistik Sapi AA

5.      Bebek Ali (Bebek Borromeus)
Kenikmatan dari bebek yang dijual di sebuah tenda di belokan seberang pintu selatan RS Borromeus (Tepatnya di Jalan Hasanuddin 8, Bandung) sudah dikenal seantero Bandung. Bebeknya empuk, lezat, dan juga tidak amis. Rasa sambalnya juga pas, nggak terlalu menggigit. Benar-benar bikin ketagihan, deh! Setiap harinya Bebek Borromeus ini mulai berjualan pukul 17.00 dan kadang pukul 19.00 pun stok bebeknya sudah habis.
bebek ali
Bebek Borromeus

6.      Gudeg Bu Ratna
Bagi para penikmat gudeg yogya, yaitu gudeg dengan ciri khas rasa manis yang dominan, Gudeg Bu Ratna bisa jadi salah satu pilihan menarik. Bagi saya, rasanya nggak kalah enak dari Gudeg Banda. Gudeg dari nangka muda yang lembut dan manis disantap bersama kerecek yang gurih dan sedikit pedas, tahu bacem atau tahu putih, telor, daging ayam kampung berpadu dengan kuah opor yang gurih. Wah, bisa tambah nasi panas dua porsi nih! Bisnis gudeg yang dimiliki oleh Ratnasari Anggoman ini dimulai sejak tahun 1992 dan kini telah memiliki 14 cabang. Salah satunya yaitu berlokasi di sebuah tenda sederhana di persimpangan jalan Pasirkaliki dan jalan Semar.
nasi gudeg bu ratna
nasi gudeg bu ratna
7.      Ayam Bakar Madu Warung 97 (Nasi Uduk Cinta)
Hahaha…. Nama tempatnya agak alay memang, namun kelezatan menunya tidak perlu diragukan. Di warung tenda yang berlokasi di Jalan Rajiman ini (seberang Tomodachi café), menu yang tersedia antara lain: ati ampela, sate usus, pecel lele, nasi uduk, dan tentu saja favoritnya adalah ayam bakar madu.  Porsi nasi uduknya besar dan mengenyangkan, dan kol gorengnya juga crispy. Manis madu yang berpadu dengan manisnya kecap pastinya membuat anda jatuh cinta dengan ayam bakar madu Warung 97 ini. Eitts! Jangan salah masuk tenda, ya karena tenda di sebelahnya pun sama-sama menjual nasi uduk.
nasi uduk cinta
Ayam Bakar Madu
8.      Batagor Hanjuang, Jalan Astina
Singkatan dari BAso TAhu GOReng, makanan yang satu ini adalah santapan khas Bandung banget. Klikers pasti sudah pernah mendengar tentang Batagor Riri atau Batagor Kingsley. Tapi kali ini saya mau merekomendasikan Batagor Hanjuang, yang dijual di sebuah gerobak persis di depan Rumah Makan Anugrah, di Jalan Astina (belakang Istana Plaza). Batagornya nggak terlalu berminyak, ikan tenggirinya cukup terasa dan bumbu kacangnya juga enak. Untuk khas kuliner kaki lima, Batagor Hanjuang ini TOP banget rasanya. (Kuliner kaki lima lho, ya! Jangan disamakan dengan Batagor Kingsley atau Riri :p)
batagor
Batagor Hanjuang
9.      Soto Sulung Cilaki
Buat yang suka soto sulung, boleh coba yang dijual di sebuah warung tenda di Jalan Cilaki. Nikmatnya soto dengan daging dan jeroan dengan paduan kuah kuningnya yang kental dan gurih. Bisa juga memakai tambahan telur rebus. Bagi para pencinta pedas, jangan lupa bubuhkan sambal. Muantaap!
soto sulung
Soto Sulung CIlaki
10.     Bakso Malang Cipaganti
Bakso… bakso… yuk kita nge-bakso! Setiap pencinta bakso wajib mencoba Bakso Malang Cipaganti. Usaha ini dimulai oleh H. Muhammad Syahroni di Malang tahun 1978 lalu dilanjutkan oleh anaknya, Rony Yulianto. Awalnya bahkan bakso malang cipaganti ini dijual berkeliling. Setelah dua tahun berjualan berkeliling ia lalu membuka dua warung di perempatan Pasteur dan Jalan Cipaganti (sebelah Masjid Raya Cipaganti), dan hingga kini gerainya semakin bertambah. Rahasia baksonya yang empuk dan lezat adalah karena Rony lebih banyak menggunakan daging dibandingkan kanji. Baksonya juga sehat karena tidak menggunakan bahan kimia. Untuk dagingnya menggunakan daging bagian paha tanpa lemak, sedangkan untuk bakso urat dicampur dengan daging bagian iga.

Mengenal Kuliner Padang

10. Ikan Balado


Balado merupakan salah satu sambal dari Sumatera Barat (dari daerah Minang). Kebanyakan Restoran Padang memiliki resep balado khasnya sendiri. Bahan dasar dari sambal ini adalah bawang merah, cabe, tomat, air jeruk nipis, garam dan gula. Tak hanya di Indonesia, masakan ini juga sangat digemari oleh masyarakat negeri tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura. 

Biasanya, sambal balado tersebut dicampur dengan ikan goreng serta sayuran rebus. Ikan yang dicampur dengan balado yang memiliki rasa pedas-manis yang tajam terasa lebih spesial di lidah dan mampu membangkitkan selera makan kita.


9. Sate Padang


Sate Padang adalah sate yang dibuat dengan berbagai resep khusus dari Padang, Sumatera Barat. Masakan ini dibuat dari daging sapi yang dipotong dadu kecil dengan saus pedas di atasnya. Karakteristik utamanya adalah saus kuning yang terbuat dari tepung beras dicampur dengan kaldu jeroan pedas, kunyit, jahe, bawang putih, ketumbar, lengkuas akar, jinten, bubuk kari dan garam. Di Medan, Sate Padang tidak hanya menggunakan daging sapi tetapi juga daging ayam dan kambing. Makanan yang lezat ini memiliki kandungan kolesterol yang tinggi sehingga tidak baik jika disantap terlalu sering. Sate Padang paling nikmat disantap bersama sepiring nasi putih dan segelas es teh dingin.


8. Gulai Itiak


Bebek atau itik adalah salah satu bahan masakan yang menjadi primadona di berbagai negara. Bahan makanan ini juga merupakan salah satu dari bahan untuk membuat masakan Cina paling lezat, yaitu Bebek Panggang Peking. Di daerah Padang, itik juga diolah menjadi salah satu makanan khas paling enak yang bernama "Gulai Itiak".

Pada dasarnya, Gulai Itiak adalah daging bebek yang diiris tipis-tipis, dimasak bersama dengan berbagai bumbu dan rempah-rempah seperti cabe kriting hijau, laos, kunyit, dan jahe. Masakan ini berasa pedas, dan memiliki warna kehijauan ketika disajikan.


7. Karupuak Sanjai


Renyah, lezat, dan memiliki rasa yang ringan. Karupuak atau Kerupuk Sanjai adalah camilan ringan yang sangat cocok untuk mendampingi berbagai menu utama masakan khas Padang yang dikenal memiliki rasa yang sangat berat. Kerupuk ini seolah menjadi penyeimbang cita rasa sekaligus pembangkit selera yang cocok disantap kapan saja.

Karupuak Sanjai terbuat dari singkong yang diparut, dibentuk adonan, lalu digoreng. Bumbu dari kerupuk ini sebenarnya cukup sederhana, hanya berupa garam secukupnya. Meskipun demikian, bumbu yang sederhana ini mampu menyajikan citarasa yang mengagumkan.


6. Teh Talua


Teh adalah sebuah minuman yang kelezatannya sudah diakui di seluruh dunia. Berbeda daerah, berbeda pula cara penyajian teh. Di Indonesia saja, ada bermacam-macam jenis teh yang biasa disajikan di berbagai restoran. Nah, jika kita berbicara tentang Restoran Padang, maka Teh Talua adalah salah satu menu yang wajib ada.

Teh ini cukup unik karena penggunaan kuning telur yang dicampurkan saat proses penyajiannya. Telura ayam atau bebek dapat dipilih untuk dicampurkan ke dalam Teh Talua. Bahan-bahan lain selain teh dan kuning telur juga ditambahkan, antara lain adalah gula dan jeruk nipis.


5. Gulai Paku


Dikenal juga dengan nama "Gulai Pakis", gulai paku, adalah hidangan klasik Indonesia yang lezat dan memiliki cita rasa yang unik. Bahan makanan khas Padang ini adalah daun pakis yang dimasak dalam saus kelapa yang dibumbui dengan cabai, lengkuas, dan jahe. Gulai Paku adalah salah satu menu vegetarian khas Padang yang layak dicoba.

Tentu saja, membayangkan menyatap daun pakis mungkin terasa aneh bagi anda. Namun jangan salah, bahan tersebut ternyata sangat enak untuk disantap. Biasanya, Gulai Paku disajikan bersama ketupat dan disajikan untuk menyambut Hari Raya.


4. Kalio Dagiang


Tak lengkap rasanya apabila sudah mengunjungi Restoran Padang tanpa menyantap masakan khas yang satu ini. Kalio Dagiang memiliki rasa dan tekstur yang benar-benar memuaskan lidah para pecinta kuliner Indonesia. Kelezatan masakan ini tak bisa ditandingi oleh makanan Padang lainnya dan juga memiliki kandungan nutrisi dan kalori yang cukup tinggi.

Kalio Dagiang adalah sebuah gulai yang terbuat dari daging sapi. Dimasak bersama dengan berbagai rempah-rempah dan cabai, daging direbus dalam waktu yang cukup lama sehingga memiliki tekstur yang sangat lembut dan sudah menyerap rasa dan aroma dari berbagai bumbu. Sekali gigit, anda pasti akan terhipnotis oleh kelezatannya.


3. Dendeng Balado


Dendeng adalah irisan tipis daging kering yang sering digunakan sebagai bahan utama dalam masakan Indonesia. Dendeng awalnya ditemukan oleh masyarakat Minangkabau. Pada awalnya mereka membuat masakan dari daging sapi dan membuatnya kering sehingga dapat dimakan selama berhari-hari dan dibawa pergi saat melakukan perjalanan.

Dendeng Balado adalah hidangan dendeng yang paling populer di Indonesia. Masakan ini disebut juga dengan nama Dendeng Batokok dan terbuat dari daging sapi yang dipotong tipis kemudian dikeringkan dan digoreng sebelum ditambah dengan cabai dan bahan-bahan lainnya yang disebut dengan nama "balado".


2. Soto Padang


Soto adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang bisa ditemui di seluruh penjuru tanah air. Dari ranah Sumatera, Soto Padang bisa dianggap sebagai salah satu jenis soto paling populer dengan cita rasa yang sangat lezat. Masakan ini bahkan sudah disajikan ke berbagai restoran internasional dengan rasa dan metode memasak yang sudah dimodifikasi.

Soto Padang terbuat dari irisan daging sapi. Daging sapi yang dipergunakan tidak sembarangan, melainkan hanya bagian has dalam saja, sehingga memiliki tingkat kekenyalan yang pas namun tetap terasa empuk. Masakan ini cocok dijadikan sebagai hidangan pembuka atau sebagai menu utama.


1. Rendang


Kelezatan masakan yang satu ini sepertinya sudah mendunia. Rendang adalah sebuah menu yang wajib ada di setiap Restoran Padang. Masakan ini kelezatannya bahkan sudah diakui kelezatannya oleh kalangan internasional, bahkan beberapa waktu yang lalu dicantumkan ke dalam daftar masakan paling enak di dunia versi CNN.

Rendang terbuat dari daging sapi yang dimasak bersama kuah santan dan bumbu-bumbu khas Padang lainnya. Menyantap masakan ini ditemani dengan sepiring nasi hangat dan segelas es teh adalah salah satu hal paling nikmat yang bisa dirasakan di Indonesia.

Mengenal Kuliner Aceh

1. Manisan pala

Manisan pala merupakan salah satu jenis makanan khas aceh, dan juga merupakan makanan ringan yang tergolong dalam kelompok manisan buah-buahan. Usaha pembuatan manisan pala tidak memerlukan teknologi yang sulit dan pembuatannya cukup mudah, oleh karena itu usaha ini mudah dilakukan oleh para pengusaha baru.
Pembuatan manisan pala umumnya dilakukan oleh pengusaha kecil di daerah penghasil pala. Kabupaten Aceh Selatan adalah kabupaten penghasil komoditi pala terbesar di Aceh bahkan di Pulau Sumatera. Manisan buah pala ini termasuk industri rumah tangga yang banyak dijumpai di Kabupaten Aceh Selatan. Selain diolah menjadi manisan dan sirup, pala dapat dibuat juga menjadi minyak pala yang berkhasiat tinggi untuk mengobati luka. Bahkan kini kue dan kembang gula pun dapat dibuat dari buah pala.
Manisan Pala kha aceh
Manisan Pala
Manisan pala selain menjadi makanan ringan yang disajikan pada saat perayaan hari-hari besar lebaran dan tahun baru bagi masyarakat setempat juga dapat dijadikan buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.

2.  Sanger 



Sanger adalah sejenis minuman yang hanya ada di Aceh. Sanger atau juga sering di sebut kopi sanger ini secara umum mirip dengan capucino, tapi menurut saya jauh lebih nikmat kopi sanger ini. Selain itu jika kita melihat sekilas maka sanger ini akan sangatlah tampak seperti kopi susu biasa, tetapi jika kita menilik dari rasanya, kopi sanger ini memiliki rasa yang sangat khas dan berbeda dari rasa kopi lainnya.
Sanger minuman kha aceh
Sanger
Memang dari dahulu Aceh ini terkenal dengan khas kopi saring/tarik-nya. Bagi para pecinta kopi sejati pasti akan segera dapat merasakan bedanya, apabila sudah merasakan kopi Aceh. Warung yang paling terkenal dalam menyajikan jenis minuman ini adalah warung solong di kawasan Ulee Kareng dan Chek Yuke di kawasan Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Selain itu, hampir di setiap ruas jalan di Banda Aceh pasti akan banyak kita temui warung-warung kopi, tempat nongkrong dari segala usia.

3.  Pisang Sale



Pisang adalah tanaman hortikultura yang cukup penting untuk kesehatan. Pisang yang sudah matang dapat diolah berbagai macam makanan salah satunya adalah disale alias pisang sale, pisang sale sudah lama dikenal sebagai makanan tradisional daerah, salah satunya pisang sale khas Aceh banyak dikawasan Kabupaten Aceh Timur yang merupakan sentra pisang sale untuk daerah Aceh.
Pisang Sale makanan khas aceh
Pisang Sale
Pisang sale khas Aceh, proses pembuatannya adalah pisang yang sudah matang di kupas kulitnya lalu dijemur dipanas matahari , setelah itu dilakukan penyaleaan/pengasapan sehingga pisang sale lebih tahan lama, seterusnya dioleskan/dilumuri gula tebu (bukan gula pasir),pisang sale mempunyai aroma dan rasa yang khas. Warnanya kecoklat-coklatan, agak berkilat sedikit membuat kita ingin mencicipinya.

Pisang sale merupakan makanan ringan masyarakat Aceh sejak zaman indatu dulu, yang sudah menjadi buah tangan dari Aceh. Pisang sale bisa langsung dimakan atau digoreng dengan tepung terlebih dahulu.


4.  Kembang loyang


Kembang loyang ini terbuat dari tepung roti yang di campur dengan gula dan telur serta pati santan. Adonan ini diaduk hingga rata lalu cetakan kembang loyang dicelupkan ke dalam adonan kemudian digoreng ke dalam penggorengan.
Kembang Loyang makanan khas aceh
Kembang Loyang
Kue ini sering kita jumpai disaat ada acara hajatan, tidak ketinggalan juga dipelosok-pelosok desa di Aceh kue sangat setia untuk menemani pada hari-hari besar agama, seperti waktu lebaran, serta cocok dinikmati pada waktu-waktu santai bersama keluarga.

5.  Lepat




Lepat makanan khas aceh
Lepat
Lepat, makanan ini di buat dari tepung ketan yang diisi dengan gula merah hingga kalis, kemudian di bungkus dengan menggunakan daun pisang dan di bagian tengahnya di beri kelapa parut yang telah di gongseng dengan gula yang di namakan inti lalu di kukus hingga matang. Lepat khusus di sajikan pada hari-hari tertentu pada masyarakat Gayo terutama menjelang puasa (megang) dan lebaran, makanan ini tahan lama jika di asapi dapat bertahan sampai 2 minggu.

6.  Rujak Aceh Samalanga


Rujak Aceh Samalanga, disebut demikian karena rujak Aceh tentunya banyak ditemukan di Aceh sampai dipelosok-pelosok desa. Samalanga merupakan salah satu kecataman yang terdapat di kabupaten Bireuen.
Rujak Aceh Samalanga aceh
Rujak Aceh Samalanga
Keunikan rujak Aceh pada umumnya memiliki keistimewaannya yang terletak pada cita rasanya yang asam, manis dan pedas. Bahan-bahan yang digunakan memang relatif sama seperti pembuatan rujak pada umumnya, yang terdiri dari buah mangga, pepaya, kedondong, bengkuang, jambu air, nenas, dan timun, namun bumbu-bumbu yang digunakan, memiliki ciri khas tersendiri seperti garam, cabe rawet, asam jawa, gula aren (merah) yang cair, kacang tanah dan pisang monyet (pisang batu) atau rumbia (salak Aceh).

Yang menarik dari rujak Aceh Samalanga ini, di atas tempat ulekan yang besar terbuat dari batu itu bisa menampung untuk 50 porsi rujak, ada juga ulekan yang digunakan biasanya yang terbuat dari kayu jati. Cara penyajiannya rujak biasanya memang ddilakukan dengan dua cara, yaitu pertama ditaruh di dalam piring dan yang kedua ditaruh di atas daun pisang. Pembeli yang makan di warung, biasanya disediakan di dalam piring, sedangkan yang akan dibawa pulang, biasanya dibungkus dengan daun pisang yang tentu menjadi ciri khas tersendiri.


7.  Keumamah 



Keumamah atau sering disebut dengan Ikan kayu merupakan makanan tradisional Aceh danmakanan khas Aceh yang paling banyak diminati oleh masyarakat Aceh. Selain memiliki rasa yang lezat dan unik, ikan ini terbuat dari ikan tuna yang telah direbus, kemudian dikeringkan dan diiris-iris kecil.
Keumamah makanan khas aceh
Keumamah
Biasa dimasak dengan menggunakan santan kelapa, kentang, cabai hijau dan rempah lainnya. Ikan kayu ini tahan lama untuk dibawa perjalanan jauh, sehingga dapat dijadikan bekal dalam perjalanan. Selama perang Aceh melawan Belanda di hutan, jenis makanan ini sangat terkenal karena sangat mudah dibawa dan dimasak. Nama lainnya adalah katshiobushi.

8.  Kue Bhoi 



Kue Bhoi adalah maknan khas Aceh Besar yang dikenal luas oleh masyarakat Aceh. Bentuk kue ini sangat bervariasi, seperti : bentuk ikan, bintang, bunga, dan lain-lain. Kue Bhoi ini dapat menjadikan salah satu buah tangan ketika akan berkunjung ke sanak saudara atau tetangga yang mengadakan hajatan atau pesta, seperti sunatan dan kelahiran. 
Kue Bhoi makanan khas aceh
Kue Bhoi
Kue Bhoi ini mempunyai harga yang sangat relatif murah, satu kemasan berkisar dengan harga Rp. 5.000,- ,10.000,- bahkan ada yang ratusan ribu.

Kue Bhoi juga dijadikan sebagai salah satu isi dari bingkisan seserahan yang dibawa oleh calon pengantin pria untuk calon pengantin perempuan pada saat acara pernikahan.


Kue Bhoi sendiri biasanya diperoleh di pasar-pasar tradisional ataupun dipesan langsung pada pembuatnya. Proses pembuatan kue Bhoi ini pun tergolong sedikit rumit. Pasalnya, tidak semua orang bisa membuat kuliner ini dan dibutuhkan kesabaran serta keuletan.


9.  Bohromrom 


Bohromrom makanan khas aceh
Bohromrom
Bohromrom atau dikenal juga dengan kue boh duek beudeh, kue ini terbuat dari tepung ketan yang dibalut dengan parutan kelapa. Cara membuatnya sangat mudah. Campurkan tepung ketan, garam dan air panas. Aduk hingga rata. Tuang air dingin, aduk hingga adonan kalis. Ambil satu sendok teh adonan isi dengan bahan isian yakni gula jawa. Bulatkan dan panaskan air bersama daun pandan hingga mendidih. Masukkan adonan, angkat, gulingkan diatas kelapa parut lalu sajikan.

10.  Meuseukat  


Meuseukat ini merupakan salah satu kue tradisional dari aceh atau semacam dodol nanas khas aceh. Meuseukat terbuat dari tepung terigu dan campuran buah nanas, paduan yang unik dengan cita rasa yang khas. Meuseukat sangat jarang ditemukan dipasar-pasar tradisional dan terkadang harus dipesan terlebih dahulu.
Meuseukat makanan khas aceh
Meuseukat
Jika sebelumnya meuseukat sering dibawa pada acara perkawinan aceh, kini meuseukat dapat juga dijadikan oleh-oleh jika berkunjung ke aceh.