Ayam Kedu adalah strain ayam lokal berukuran cukup besar yang berkembang di daerah Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Ayam ini memiliki banyak variasi warna bulu, yaitu: Cemani, Kedu hitam, Kedu Merah, Kedu Putih dan Kedu Blorok. Bobot ayam jantan dapat mencapai 3-3,5 kg. Sedangkan betina 1,2-2,5 kg. Jengger besar dan selalu berpial tunggal (single comb).

Gambar 4. Ayam Kedu Cemani. Sumber: kisuta.com.
Cemani merupakan satu-satunya varietas ayam di dunia yang memiliki warna hitam sempurna. Akibat ekspresi fenotip dari gen unik yang dimiliki menyebabkan ayam ini berwarna hitam legam nyaris di seluruh bagian tubuhnya.
Oleh karenanya, ayam Cemani memiliki harga pasaran yang tinggi dan berpotensi dibudidayakan sebagai ayam hias. Daging ayam Cemani yang berwarna hitam cenderung kurang diminati oleh konsumen sehingga ayam ini tidak cocok dijadikan ayam pedaging.

Gambar 5. Ayam Kedu Putih. Sumber: pemkabtemanggung.go.id.
Selain Cemani juga terdapat varian Kedu hitam. Ayam ini memiliki jengger berwarna merah dan kaki berwarna hitam kekuningan. Varian lain seperti Kedu Putih, Kedu merah dan Blorok memiliki ciri fisik yang sama dengan Kedu hitam. Perbedaan hanya terdapat pada warna bulunya.

Gambar 6. Ayam Kedu Hitam. Sumber: pemkabtemanggung.go.id.
Ayam Kedu sangat potensial dikembangkan sebagai ayam petelur dan pedaging (dwiguna). Jika dipelihara secara intensif, dalam umur 5 bulan ayam Kedu jantan dapat mencapai bobot 1,3-1,4 kg. Sedangkan ayam betina mencapai bobot 1,2-1,3 kg. Produksi telur pun cukup tinggi mencapai 215 butir/tahun. Hasil ini hanya sedikit di bawah rata-rata ayam ras petelur yang mencapai 259 butir/tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar